Bitcoin Anjlok 50% di Bulan Mei 2021, Berikut Fakta-fakta Menariknya

Bitcoin Anjlok 50% di Bulan Mei 2021, Berikut Fakta-fakta Menariknya

Bitcoin Anjlok 50% di Bulan Mei 2021, Berikut Fakta-fakta Menariknya

 

Harga mata uang Bitcoin tertekan aksi jual besar-besaran (sell-off) oleh investor karena banyak investor yang panik sehingga melakukan aksi jual besar-besaran selama beberapa hari terakhir. Nilai bitcoin yang populer itu sudah kehilangan lebih dari separuh harga dari posisi tertingginya yakni di level USD65.000.

Baca Juga :  Membuat Usaha Rumahan Dengan Modal 50 Ribu

Kepanikan massal yang terjadi sudah membuat harga bitcoin tersebut mendekati level USD30.000 atau turun 53% hanya dalam beberapa hari saja. Hingga berita ini dinaikkan, harga bitcoin rebound dan berada di kisaran harga USD35.000 berdasarkan data pada web Indodax.

Fakta Menarik Anjloknya Bitcoin

Ada beberapa fakta yang menarik dari anjloknya harga bitcoin tersebut pada Senin (23/5/2021).

  1. Tekanan Penurunan Masih akan Belum Berakhir.

Analis Riset Trade The Chain, Nick Mancini mengatakan, harga bitcoin pada saat ini sudah turun 45% dari posisi puncaknya yaitu di harga USD65.000 yang diraih pada bulan April 2021. Dia memprediksikan tekanan tersebut masih akan belum berakhir. Namun begitu, dia juga menyebut, tekanan agak sedikit berkurang karena pada level harga USD30.000 merupakan bantalan (support) yang kuat saat harga bitcoin anjlok.

“Untuk Sentimen jangka pendek nampaknya harga bitcoin tersebut sudah berada di bawah, namun pergerakan harga bitcoin masih konsolidasi dan bisa jadi akan terjadi penurunan lebih lanjut.

Baca Juga :  5 Cara Memaksimalkan Fitur DM di Instagram for Business

“Harga Likuiditas bitcoin pada kisaran harga USD30.000 yang mampu kuat menahan laju penurunan, sehingga harga bitcoin sempat naik ke atas atau rebound dari USD30.000 menjadi hampir USD37.000 hanya dalam waktu satu jam,” kata Mancini.

 

  1. Ada Nama Elon Musk di Balik Anjloknya Harga Bitcoin

Mata Uang Bitcoin(BTC) anjlok atau turun hingga 53% terjadi karena aksi jual besar-besaran (sell-off) sebab banyaknya investor yang panik. Nilai bitcoin yang populer itu sudah kehilangan lebih dari separuh harga dari posisi tertingginya yakni di level USD65.000.

Baca Juga :  Ide Bisnis Untuk Anak Muda Dengan Modal Usaha Di bawah 500 ribu

Bitcoin serta mata uang digital lainnya anjlok atau mengalami penurunan saat munculnya katalis atau sentiment negatif, mulai dari CEO Tesla Elon Musk hingga peraturan baru dari pemerintah China terkait mata uang digital. Sentimen-sentimen tersebut diyakini telah menjadi alasan untuk menghantam aset bitcoin secara ekstrem.

Baca Juga :  Cara Menjual Barang di Marketplace Shopee untuk Pemula

 

  1. Belajar Dulu Sebelum Mulai Investasi Kripto

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, investasi kripto di Negara Indonesia semakin menarik masyarakat. Karena itu, perlu adanya edukasi kepada investor serta trader karena sangat penting diketahui tentang  aset crypto harus dipelajari.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, masing-masing instrumen dan perdagangan komoditas itu memiliki karakter masing-masing. Selain itu juga, cakupan crypto atau mata uang digital juga lebih luas karena worldwide serta realtime.

Baca Juga :  Awas Diblokir, Berikut Jadwal dan Cara Ganti Kartu ATM Magnetik Menjadi Chip di 11 Bank

Faktor kenaikan serta penurunan harga bisa sangat dipengaruhi oleh berbagai hal yang sifatnya bisa berjangka panjang maupun pendek. Karena itu investor dan trader harus selalu uptodate serta sigap dengan psikologi pasar mata uang digital.

“Jadi ketika memutuskan untuk terjun dalam perdagangan crypto juga harus memahami risiko di samping keuntungannya,” begitu ucapnya.

Baca Juga :  Negara Amerika Tengah Akan Segera Melegalkan Bitcoin

 

  1. Harga Kripto Anjlok, Beberapa Miliarder Kehilangan Rp222 Triliun dalam 9 Hari

Terdapat 12 orang miliarder di dunia yang memupuk kekayaan lewat dunia cryptocurrency atau mata uang digital. Tapi sekarang ini mereka telah kehilangan harta sebesar USD15,5 miliar atau setara Rp222,8 triliun (kurs Rp14.374 per USD). karena kekayaan bersih kolektif para miliarder tersebut turun dari USD62,3 miliar menjadi USD46,8 miliar.